Senin, 04 Oktober 2010

Dialog dengan S.Sudjojono

Berpihak pada rakyat

Perbedaan mendasar antara Herri dengan teman-teman lain di Pejeng adalah mereka (termasuk yang paling senior sekalipun), mempelajari tekhnik Dullah dengan tujuan akhir mencapai seni lukis Dullah!! Sedangkan Herri mempelajari tekhnik Dullah, bukan untuk mencapai seni lukis Dullah, tapi untuk bekal  menemukan seni lukisnya sendiri.
Perwujudannya dalam karya tampak jelas berbeda sekali. Ketika masih sama-sama di Sanggar Pejeng saja (1978-1983), selagi murid-murid yang lain asyik melukis bunga, jambu, wajah kakek nenek, gadis, bocah, penari Bali (semua setengah badan), tafril kampung, sawah, dan di seputar objek-objek itu saja, ( yang sejatinya adalah obyek senilukis Dullah) kanvas Herri sudah dipenuhi thema realisme social. Dengan komposisi “rumit” naratif yang tentu saja nyempal dari tema “tradisional” khas Dullah  tersebut  Ringkasnya, ketika yang lain cari gampangnya saja dalam melukis,  Herri justru  melukis  obyek dan thema realism social yang ‘sulit’ , serius dan berat.
Ketika suatu saat Herri bertemu dengan S.Soedjojono (Bapak Seni lukis Modern Indonesia) untuk menunjukkan karya-karyanya, Soedjojono berkomentar  penuh makna :” … Kamu ini lho… hidup dan tinggal di Bali… tapi kok tidak melukis obyek  Bali.. seperti pelukis lainnya ,..misal  tari Bali, Odalan dsb…”.  
“Lho ..pak..ini saya juga melukis obyek Bali…lho. Tapi memang bukan dari sisi Realita Turisme Bali, melainkan dari sisi Realita Kehidupan Sehari-hari  Rakyat Jelata Bali…!. “ jawab Herri yang disambut tawa Sudjojono :
 ”..Bagus..bagus..!..Sudah betul itu.. Kamu sudah kuasai tehnik realism, kamu sudah punya karakter dan jati diri . segera saja keluar dari sanggar. Sebab kalau terlalu lama di sana saya khawatir kamu nanti malah jadi seperti Dullah".., dan  tinggal satu lagi : ... betul seperti yang sudah kau rintis : kamu harus berpihak..pesan saya : Berpihaklah pada Rakyat Kecil..!! disitulah sumber kekuatanmu dan kekuatan seniman pada umumnya..”.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...